Oleh:
Siti Rokhanah
(doc. pinterest.com)
Kita
tak dapat memungkiri, era digital kian membawa berbagai efeknya. Salah satunya
dalam hal literasi. Hari ini, orang lebih mudah mengakses media sosial,
daripada membuka buku dan membaca. Kemudahan akses memang turut mendukungnya.
Namun ada hal lain yang juga mendukung kebiasaan itu, yakni lingkungan.
Keluarga,
menjadi lingkungan pertama dimana anak akan bertumbuh kembang. Bagaimana
membangun lingkungan yang peka literasi di era kini? Beberapa hal berikut ini
dapat menjadi sarana membenahi diri:
Pertama,
Bangun Kecintaan Membaca dari Orangtua
Bagaimana
mungin, akan mengajak anak membaca, kalau dari orangtuanya tidak suka membaca?
Sejarah mencatat berbagai tokoh hebat, lahir dari keluarga yang juga membudayakan
literasi sejak dini dalam keluarganya. Salah satunya adalah Soe Hok Gie. Pemuda
revolusioner, yang tumbuh dari seorang Bapak jurnalis. Sejak kecil sudah
membaca berbagai buku. Kecintaanya terhadap buku, membawanya membaca berbagai
hal. Termasuk buku-buku ideologi yang mungkin, kebanyakan kita di usia dewasa
belum tentu sudah membacanya. Seperti buku Lenin, Karl Max, dan sebagainya. Gie
kecil, sudah melahap berbagai menu bacaaan.
Kedua, Mengajak Anak Mencintai Membaca
Setelah
orangtua membangun dirinya gemar membaca, anak akan melihat kebiasaan-kebiasaan
yang melekat pada orangtua. Bila orangtuanya suka membaca, akan memperbesar
pula peluang anak akan penasaran, dan turut serta ikut membaca. Sehingga
kecintaan membaca akan lebih mudah tersalurkan.
(doc. isipii.org)
Ketiga, Menyediakan Fasilitas Literasi Keluarga
Salah
satu upaya yang dapat dilakukan setelah anak mulai ada rasa mencintai membaca,
orangtua dapat melakukan hal selanjutnya. Yakni menyediakan fasilitas membaca.
Contohnya menyediakan perpustkaan khusus keluarga. Dimana berbagai buku dapat dinikmati
kapan saja. Bahkan, lebih bagus, kalau mampu menyediakan sebuah rumah baca
umum. Yang di dalamnya akan dapat menyediakan ruang lebih unuk tak sekedar membaca.
Tapi sudah melangkah ke ranah yang lebih luas lagi. Bersentuhan dengan
masyarakat. Hal ini memang tidak mudah dilakukan begitu saja. Tapi bisa pelan-pelan
mengupayakannya.
Penulis sendiri, sedang dalam upaya membangun sebuah rumah
baca kecil-kecilan. Berawal dari buku-buku pribadi yang sudah cukup banyak, dan
ingin terkelola dengan baik dan bermafaat lebih, maka ditaruhlah di rak khusus.
Sengaja diletakkan di ruang tamu, agar orang lain bisa membacanya. Meski
jangkauannya masih kecil, seperti keponakan dan teman-teman sendiri, tapi
setidaknya ini sebuah langkah unatuk tak sekedar mencintai membaca. Tapi bagian
dari berupaya mencuacakan lingkungan masyarakat yang juga melek literasi. Sebab
bagaimanapun, ketika anak sudah tumbuh, ia akan berhadapan dengan masyarakat.
Bukan sekedar membaca dari keluarga. Namun, lingkungannya tak mendukung untuk itu.
Keempat,
Pengembangan dan Berkelanjutan
Setelah
dibuat sebuah fasiltas agar orang mudah mengakses bacaan, selanjutnya yang
lebih berat adalah memikirkan pengelolaannya. Bagaimana mengembangkannya.
Mendirikan rumah baca cenderung lebih mudah, daripada mempertahankannya. Maka,
perlu berbagai inovasi dan upaya. Salah satunya dengan bergabung bersama pegiat
literasi lainnya. Seperti halnya di Tegal, ada komunitas dari berbagai rumah
baca. Kita bisa masuk dan berbagi info apa saja terkait literasai, selain
sebagai upaya untuk mengembangkannya.
Belajar bersama bagaimana sebuah rumah
baca dapat lebih bermanfaat untuk masyarakat sekitarnya. Seperti halnya,
misalnya dengan mengadakan kegiatan mewarnai untuk anak-anak selama beberapa
pekan sekali. Ini akan melatih anak dan masyarakat tak sekedar mencintai membaca.
Tapi juga membaca lingkungan. Peka terhadap sosialnya. Sedangkan untuk orang
dewasa, kita bisa gunakan untuk berbagai kegiatan yang menunjang keilmuan. Seperti
diskusi rutinan, nobar film, bedah buku, dan lainnya. Yang mana berbagai
kegiatan tersebuat merupakan hal yang sangat terkait sebagai upaya mewujudkan
literasi yang tak hanya tumbuh dan berkembang di keluarga. Tapi juga menghidupkannya
dalam lingkungan masyarakat. Sehingga diharapakan bukan hanya menjadi langkah
remeh, namun ini sebuah upaya yang dapat kita lakukan untuk mencerdaskan
bangsa. Bahwa lewat keluarga yang membangun cuaca literasi, dapat jadi langkah
untuk membangun negeri.
#SahabatKeluarga #LiterasiKeluarga
Catatan: Tulisan ini diikutkan dalam lomba blog pendidikan keluarga yang diadakan KemDikBud.


1 komentar:
Cakep Mbaa ide tulisannya...
Posting Komentar