Pages

Kamis, 28 Juli 2016

Apa yang Anda Rasakan ketika Sakit?



SAKIT. Apa yang Anda rasakan kala kata satu ini menimpa Anda? Meronta? Merintih? Menangis? Atau merintih sebentar lalu menahannya dan berpura kuat?
Atau juga terdiam memendam sendiri, agar orang sekitar tak perlu tahu? Karena Anda tipe orang yang tak suka dikasihani; mungkin?

Apapun reaksi dalam menghadapinya, itu pilihan. Hidup memang mengajak memilih. Walau terkesannya banyak pilihan. Tapi, pada intinya cuma dua kok. Kuat atau lemah. Menangis atau tersenyum. Bahagia atau sedih. Mau hidup atau pasrah, dan seterusnya.

Sakit memang datang tiada diundang. Kadang begitu mengejutkan. Hari kemarin kuat-kuat aja, eh besoknya nge-down abis. Itulah bagian dari cara Allaah mendidik hamba-Nya.

DIA tak melihat siapa, asal, apalagi status kasta. Bila DIA inginkan suatu hal pada hamba-Nya. Maka terjadilah seketika. Yakinlah, selalu ada manfaat di balik kepedihan. Pun dengan sakit. Bukankah sudah sering dengar, kan? Allaah akan menggugurkan dosa-dosamu melalui sakit itu.
Seperti doa Nabi saat menjenguk orang sakit.

Laa ba'sa thohuurun Insyaa Allaah.
Tidak mengapa, Insya Allah (sakit ini) sebagai pembersih (dosa ). (H.R. Bukhari).

Tentu saja dari cara Anda menerimanya. Ridha dan ikhlas atau kesal bahkan mencela-Nya.
Naudzubillaah, semoga selalu dalam rahmat dan hidayah-Nya. Aamiin. []

Diposting di Islam Pos pada 9 Februari 2016

Senin, 04 Juli 2016

[Resensi] Nasehat Agar Remaja Muslimah Selamat Dunia Akhirat



Judul Buku: Nasehat untuk remaja Muslimah
Penulis: Abu Muslim & Abu Muhammad Shatah Abu Hanifah Ibrahim Al Syanawi
Penerbit: Gazzamedia
Tahun Terbit: 2012
Tebal Buku: 262 hal

Blurb:

Mutiara, bagaimana dia menjaga dirinya? Syeikh Musthafa shadik al-rafi'i rahimahullah berkata, "Hijab bagi kaum perempuan tak ubahanya kulit kerang bagi butiran mutiara, tidak akan menghilangkan keindahannya, namun justru akan menjaganya sebagaimana mutiara dijaga."

Wahai saudaraki muslimahku yang telah menyerahkan seluruh jiwa dan raga pada tauhid dan ketaatan pada-Nya, ingin saya mengajukan pertanyaan padamu:

"Tidakkah Allah azza wa jalla yang memerintahkanmu untuk mengenakan hijab?"

Saudariku, silahkan bermuhasabah diri..
Tidakkah kamu terkadang ketika berjalan di luar, mengenakan baju dan yang ketat atau transparan atau pendek, yang akan melukiskan bentuk dan lekukan-lekukan tubuhmu, sedang kamu tetap berkeyakinan "Aku berhijab"?!

Tidakkah kamu terkadang membiarkan rambutmu terburai dan menempelkan make-up pada wajah atau apapun yang dapat menimbulkan fitnah?

Review:

Dan di antara syariat Allah bagi kaum perempuan adalah diwajibkan atas mereka untuk mengenakan hijab, hijab sesuai syariat; menutup kepala dan tubuh, serta menundukkan pandangan, hingga tidak menimbulkan fitnah dan akan menghantarkan mereka kepada kemenangan dunia dan akhirat. (hal.12)

Penulis dalam buku ini memaparkan nasihat-nasihatnya untuk remaja muslimah. Agar mereka tak salah langkah dalam menjalani kehidupan dunia ini. Disertai dalil-dalil yang menguatkan agar muslimah menyadari betapa pentingnya nasihat itu bagi kehidupannya.

Terangkum dalam tiga sub bab. Yaitu Surat untuk Remaja Muslimah, yang terdiri dari beberapa hal antara bagaimana Muslimah menjaga dirinya, mengelola sifat malu, perempuan ahli surga, dan lainnya. Lalu sub bab kedua yaitu Bahaya Berhias, Tentang bagaimana seorang Muslimah memakai hijab yang sesuai syariat, dan banyak hal tentang mengapa harus menjauhi tabarruj atau berhias. Ketiga dalah 10 Kunci Kesuksesan. Ini adalah sub bab yang cukup saya sukai, karena di dalamnya banyak motivasi dan tips menggapai kesuksesan itu sendiri. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.
Imajinasi
"Jalan Menuju Kesuksesan"
Keberhasilan yang anda rasakan sekarang adalah merupakan khayalan atau imajinasi kemarin. (hal.155)
Aksi
"Jalan Menuju Kekuatan"
Kesabaran
"Kunci Kebaikan"
Hanya kesabaranlah yang akan membantu anda menghadapi setiap permasalahan yang ada. (hal.242)

Kekurangan:

Ada beberapa kalimat motivasi yang diulang-ulang. Kecil kemungkinan terjadi karena typo. Pada halaman 116, 220, dan 243 pun sama. Entah mungkin maksudnya penekanan motivasi. Namun, menurut saya setiap sub pokok bahasan, diakhiri dengan kalimat motivasi yang berbeda. Agar tidak bingung juga. Melihat realita, entah mungkin yang di lingkungan lain, mungkin tidak. Saya menemui kebanyakan remaja lebih menyukai bacaan yang di dalamnya bahasanya lebih luwes. Maka dari itu banyak di antara mereka lebih menyukai novel, dsb. Nah, mungkin kalau bahasa di dalam buku ini lebih luwes untuk segmen remaja, siapa tau lebih menarik mereka. Yang tidak terkesan menggurui, namun di dalamnya tetap informatif.

Kelebihan:

Sungguh di luar kekurangan, buku ini banyak kelebihannya. Dari isi yang berisi untaian nasihat disertai dalil yang menguatkan dan semakin meyakinkan agar remaja kembali ke syariat Islam. Juga ada semacam surat atau prosa di bagian Surat untuk Remaja Muslimah, yang dicetak miring juga cukup memikat dan menambah nilai plus tersendiri. Serta di akhir pembahasan yang berisi kunci-kunci kesuksesan yang diharapkan remaja Muslimah lebih semangat dalam menggapai makna kehidupan yang sebenarnya. Sangat direkomendasikan buat kamu, khususnya para remaja Muslimah. Sebelum usia menemui senja, alangkah lebih baik mencari ilmu guna bekal hari tua dan di akhirat nanti.

Kota Bahari, 4 Juli 2016

Sabtu, 02 Juli 2016

Kenalan dengan Point of view yuk!


Point of view atau sudut pandang dalam sebuah cerita. Berikut ada beberapa contoh.

Namaku Hana, lahir sama seperti hari dimana ayahku dilahirkan. Rumahku laksana istana, namun aku merasa semua seperti neraka. Ibuku, tak seperti ibu pada umumnya. Dan hal itu membuatku kacau. Bajuku, dan bahkan semua barang milikku, kini bertebaran dikamarku. Aku tidak perduli lagi, sebagaimana mereka tidak memperdulikanku.

Itulah penyakit pov pertama/sudut pandang pertama. Ingat jangan sampai memakai kata aku -baik sebagai pelaku, atau pemilik- lebih dari tiga kali dalam satu paragraf. Hal itu guna menciptakan kalimat yang efektif.
Coba perhatikan lagi contoh yang lain.

Malam yang hening. Mira masih terdiam dalam ruangan yang terlihat seperti kandang. Senyap, dan Mira hanya bisa menatap dinding polos dengan tatapan kosong. Mira masih terdiam, seperti layaknya jasad tak berjiwa. Dalam pikiran Mira, semua masalah malam itu, akan membuat masa depannya hancur.

Penyakit POV kedua, rata-rata terlalu banyak memakai nama. Maka untuk membuat cerita menjadi efektif, gunakan maksimal tiga nama yang serupa dalam satu paragraf.

Lalu bagaimana cara menyiasatinya?

Caranya adalah dengan mengganti nama si tokoh dengan kata "dia, nya, gadis itu, dll"
Atau bisa juga mengganti dengan ciri-cirinya. 

Contoh, gadis berambut sebahu itu sedang menangis.
Kalau sudut pandang "aku" maka harus pandai memutar kalimat.

Contoh, aku memutar gelasku yang bentuknya tidak bulat. Dan aku berharap gelas itu akan berubah menjadi uang.

Sekarang kita rubah
Aku memutar sebuah gelas yang bentuknya tidak bulat, berharap gelas itu akan berubah menjadi uang.


Intinya usahakan agar kalimat kita efektif sehingga tidak membosankan. Karena penulis adalah penyihir dengan kata-kata.

Sumber: Hasil diskusi KIM 01 B. Untuk komunikasi bisa via fanspage fb Komunitas Indonesia Menulis.


Gimana Sih, Opening yang Menarik?



Opening bukan hanya prolog, tapi juga termasuk bab pertama, terkhusus paragraf pertama dan kedua dalam sebuah cerita. Wajib membuat opening yang menggugah, unik, atau menarik perhatian.
Opening sangat penting, karena disinilah kesempatan pertama kita membuat pembaca jatuh cinta dan ingin terus membaca naskah kita Maka kita wajib sebaik mungkin memaksimalkan opening.

Lantas bagaimana membuat opening yang menarik?

Pertama, bisa kita pakai sebuah perenungan dalam filosofi. Seperti contoh yang dibuat Tika berikut ini.
"Medan Magnet akan muncul dengan adanya putaran rotor dan stator. Sama halnya dalam kehidupan. Kekuatan akan muncul sembari berputarnya roda kehidupan yang membuat kita berada di suatu sisi yang tak menetap" bukan hanya sekedar teori, namun berlaku di aspek ruang pernafasan yang kejam. inilah dunia, dengan segala aturan yang adil maupun dzalim. Masih dalam biduk kelam yang menghujam batin, kaki kecil itu menggulung jarak takdir. menangis di bawah riuh kota yang sibuk mengejar lembar pengatur dunia.

Kedua, memakai pertanyaan. Apakah pertanyaan untuk si tokoh, seperti " kenapa aku? Seakan dunia ini tak berpengaruh atas takdirku. Bahkan Tuhan, seperti melalaikan air mata ini? Kenapa, apa yang salah dengan jiwa ini?". Bisa juga kepada pembaca. Ini biasanya dipakai untuk non fiksi. 

Contoh. "Bagaimana jika seluruh mahkluk di bumi ini bulat? Bisakah anda membayangkan apa yang akan terjadi?". Atau bisa juga pertanyaan tokoh utama kepada tokoh lain. 

Contoh, "Bisakah kamu melepaskan setengah jiwaku? Jika tidak, bisakah kamu melepaskan seluruh jiwa ini?"

"Dengar, Tari!." Pekik seorang wanita empat puluhan tahun. Kernyit di dahi dan alis meninggi melukiskan jelas kemarahannya. "Tapi... " Lalu suara Tari membisu. Ada yang bilang hidup ini seperti roda yang berputar. Kadang di atas kadang di bawah. Ada pula yang bilang, hidup itu sering-seringlah menengok ke tanah, agar kau tau tak di atas langit masih ada bumi tempat berpijak. Namun, tak berlaku bagi Tari. Baginya, sulit sekali menggilas roda agar naik sesuai yang diinginkannya. Pun, dengan menatap langit. Bagaimana dia bisa tertunduk ke tanah terus? Itu hanya mengalirkan air matanya.

Ketiga, memakai dialog. Tapi ingat, pakai dialog yang cerdas, memukau, atau menarik.

Keempat, bisa memakai petikan dalam cerita yang kita garap. Tapi carilah petikan yang paling oke, atau membuat kontroversi.

Kelima, bisa memakai lirik dalam sebuah lagu. Atau kata berhikmah juga bisa.


Keenam, bisa memakai narasi, namun harus memakai kata yang menarik atau bisa juga digabung dengan perenungan.

Sumber: Hasil diskusi KIM 01 B. Untuk komunikasi, bisa via fanspage fb Komunitas Indonesia Menulis ( https://www.facebook.com/komunitas.indonesia.menulis/?fref=ts )