SAKIT.
Apa yang Anda rasakan kala kata satu ini menimpa Anda? Meronta? Merintih?
Menangis? Atau merintih sebentar lalu menahannya dan berpura kuat?
Atau
juga terdiam memendam sendiri, agar orang sekitar tak perlu tahu? Karena Anda
tipe orang yang tak suka dikasihani; mungkin?
Apapun
reaksi dalam menghadapinya, itu pilihan. Hidup memang mengajak memilih. Walau
terkesannya banyak pilihan. Tapi, pada intinya cuma dua kok. Kuat atau lemah.
Menangis atau tersenyum. Bahagia atau sedih. Mau hidup atau pasrah, dan
seterusnya.
Sakit
memang datang tiada diundang. Kadang begitu mengejutkan. Hari kemarin kuat-kuat
aja, eh besoknya nge-down abis. Itulah bagian dari cara Allaah mendidik
hamba-Nya.
DIA
tak melihat siapa, asal, apalagi status kasta. Bila DIA inginkan suatu hal pada
hamba-Nya. Maka terjadilah seketika. Yakinlah, selalu ada manfaat di balik
kepedihan. Pun dengan sakit. Bukankah sudah sering dengar, kan? Allaah akan
menggugurkan dosa-dosamu melalui sakit itu.
Seperti
doa Nabi saat menjenguk orang sakit.
Laa
ba'sa thohuurun Insyaa Allaah.
Tidak
mengapa, Insya Allah (sakit ini) sebagai pembersih (dosa ). (H.R. Bukhari).
Tentu
saja dari cara Anda menerimanya. Ridha dan ikhlas atau kesal bahkan
mencela-Nya.
Naudzubillaah,
semoga selalu dalam rahmat dan hidayah-Nya. Aamiin. []
Diposting di Islam Pos pada 9 Februari 2016

Tidak ada komentar:
Posting Komentar