gambar: muslimafiyah.com
"Saya
tidak pernah menulis karena ingin mengubah dunia. Saya menulis karena saya
ingin tahu, jadi saya membaca agar bisa menulis."
Perkataan M. Aan
Mansyur di atas adalah satu dari berbagai alasan seseorang mau menulis, dan
kenapa mau tetap menulis. Banyak sekali jawaban yang biasanya orang katakan
saat dikatakan kenapa ia ingin jadi penulis? Kenapa harus menulis?. Jawaban
diantaranya adalah.
- Ingin terkenal;
- Ingin dibilang keren;
- Ingin membanggakan Orangtuanya;
- Ingin mengubah dunia, atau sekedar
- Karena saya suka menulis.
Semua bebas menentukan tujuan kenapa
ia harus menulis. Namun, ingatlah kalau menulis hanya sekedar pengin keren,
gaya-gayaan, lebih baik berhenti menulis! Bukan tanpa alasan. Menulis adalah
pekerjaan yang bukan hanya mengandalkan otak tapi juga naluri. Bagaimana bisa
kamu menulis dan menghasilkan ribuan kata yang dapat bermanfaat dalam kebaikan
kalau tujuanmu hanya gaya-gayaan.
"Jadi
penulis itu kutukan. Kutukan yang keren, tapinya. Jadi penulis itu kutukan:
kita melihat apa yang tidak dilihat oleh orang lain, kita berani menulis apa
yang orang lain tidak berani menulisnya."
Begitu kata Sastrawan Seno Gumira
Ajidarma. Ini juga salah satu keistimewaan penulis, menurut saya. Mereka dapat
melukiskan dalam kata-kata apa yang orang lain tak melihatnya. Bahkan, dari
bahasan (mohon maaf) kentut, saja bisa dijadikan tulisan. Kecoak pun bisa jadi
sebuah cerpen dari beberapa kumpulan cerpennya Dee Lestari dalam bukunya
Filosofi Kopi dan banyak contoh lainnya.
Lalu,
apa alasan saya menulis?
1.
Menulis adalah sarana mendulang pahala di balik panggung
Maksudnya, saya suka sekali
melakukan hal yang bermanfaat, tanpa orang itu tau siapa di baliknya. Bahkan,
saat kecil pas menghadiri acara pengajian akbar. Saya melihat dengan seksama
panggung besarnya, dan runtut acaranya. Apa yang saya pikirkan? Suatu saat
nanti saya ingin jadi orang besar yang bermanfaat tanpa orang tahu siapa saya.
Meski saya belum tau, akan jadi apa saat itu. Belum tau istilah sutradara
apalagi penulis dan pekerjaan-pekerjaan lain yang mengandalkan di balik
panggung atau layar.
2.
Menulis adalah kesukaan
Hal yang menjadi kesukaan seseorang,
biasanya akan mendorong dirinya sendiri untuk survive terhadap kesukaannya.
Salah satunya dengan mengikuti kelas online menulis. Sehingga yang ada di
dalamnya adalah gerak suka bukan keterpaksaan.
3.
Menulis itu menyehatkan
Sudah banyak artikel yang mengatakan
cara efektif menghilangkan stress adalah dengan menulis. Secara psikologi memang melalui menulis dapat menghilangkan hormon penyebab stress.
Gambaran umumnya kenapa saya menulis
adalah tiga di atas, tak lain pula mencoba terus belajar agar menghasilkan
tulisan yang bermanfaat dan meraih ridha-Nya. Aamiin.
Semoga
bermanfaat.
Tegal,
24 Mei 2016
Tulisan
ini diikutkan dalam tugas KMO Indonesia 06B..


Tidak ada komentar:
Posting Komentar