Pages

Sabtu, 02 Juli 2016

Kenalan dengan Point of view yuk!


Point of view atau sudut pandang dalam sebuah cerita. Berikut ada beberapa contoh.

Namaku Hana, lahir sama seperti hari dimana ayahku dilahirkan. Rumahku laksana istana, namun aku merasa semua seperti neraka. Ibuku, tak seperti ibu pada umumnya. Dan hal itu membuatku kacau. Bajuku, dan bahkan semua barang milikku, kini bertebaran dikamarku. Aku tidak perduli lagi, sebagaimana mereka tidak memperdulikanku.

Itulah penyakit pov pertama/sudut pandang pertama. Ingat jangan sampai memakai kata aku -baik sebagai pelaku, atau pemilik- lebih dari tiga kali dalam satu paragraf. Hal itu guna menciptakan kalimat yang efektif.
Coba perhatikan lagi contoh yang lain.

Malam yang hening. Mira masih terdiam dalam ruangan yang terlihat seperti kandang. Senyap, dan Mira hanya bisa menatap dinding polos dengan tatapan kosong. Mira masih terdiam, seperti layaknya jasad tak berjiwa. Dalam pikiran Mira, semua masalah malam itu, akan membuat masa depannya hancur.

Penyakit POV kedua, rata-rata terlalu banyak memakai nama. Maka untuk membuat cerita menjadi efektif, gunakan maksimal tiga nama yang serupa dalam satu paragraf.

Lalu bagaimana cara menyiasatinya?

Caranya adalah dengan mengganti nama si tokoh dengan kata "dia, nya, gadis itu, dll"
Atau bisa juga mengganti dengan ciri-cirinya. 

Contoh, gadis berambut sebahu itu sedang menangis.
Kalau sudut pandang "aku" maka harus pandai memutar kalimat.

Contoh, aku memutar gelasku yang bentuknya tidak bulat. Dan aku berharap gelas itu akan berubah menjadi uang.

Sekarang kita rubah
Aku memutar sebuah gelas yang bentuknya tidak bulat, berharap gelas itu akan berubah menjadi uang.


Intinya usahakan agar kalimat kita efektif sehingga tidak membosankan. Karena penulis adalah penyihir dengan kata-kata.

Sumber: Hasil diskusi KIM 01 B. Untuk komunikasi bisa via fanspage fb Komunitas Indonesia Menulis.


Tidak ada komentar: