Pages

Rabu, 29 Juni 2016

Aroma KOPI yang Unik





Kopi. Siapa yang tak suka kopi? Minuman ini memang banyak penggemarnya. Namun, tahukan kamu? KOPI itu bukan minuman. Hah? Iya, KOPI yang akan diceritakan sekilas di sini bukan kopi biasa. Bukan rasa cappuchino, milk, atau kopi tubruk, tapi KOPI. Iya, KOPI! Kepanjangan dari Koalisi Online Pesona Indonesia. Sebuah komunitas online untuk berbagi hal baik tentang Indonesia. KOPI yang seru, bercita-cita menyeru kebaikan, dan banyak dijumpai penulis hebat. Hah? Kok Penulis? (Iya, karena ada penulis hebat di sini). Dalam membumikan kebaikan tentang Indonesia tak dibatasi. Baik budaya, wisata, kuliner atau apapun. Karena tak dipungkiri, media sekarang banyak sekali djumpai berita yang isinya negatif malah mendapat respon banyak. Mulai dari yang komentar, like, bahkan tak sedikit orang yang menyebarkannya.

Tadi malam saya coba gabung di komunitas ini. Di sini tak terlalu terikat. Jadi kita gabung sesuka kita. Namun ya diharapkan bisa berkontribusi membuat atau menyebarkan hal-hal baik sesuai apa yang dicita-citakan KOPI.

Kalau sebelum menikmati secangkir kopi enaknya dihirup dulu aromanya, nah aroma KOPI yang pertama saya rasakan pun nikmat. Disambut baik oleh Mbak Sonya, dan ternyata beberapa waktu kemudian, muncul nomor Hp bertuliskan nama Asma Nadia; mengeshare thriller video Hijab Travellernya di youtube. Ternyata benar saja, banyak penulis hebat di sini. Meski saya tidak begitu mengidolakan Asma Nadia, tapi aroma di sini dan kehadirannya, menambah betah. Saya sih, lebih berharap Dee Lestari bisa berbagi info di sana seputar literasi. Aamiin.


Aroma nikmat lain saat saya melihat anggota, dan ada foto Kak Seto, Wah, Ini beneran Kak Seto? Batin saya penasaran. Namun, hanya sekilas dilihat, sepertinya dari foto memang benar, Kak Seto. Hanya belum pernah lihat beliau chat di grup WA yang diberi nama KOPI is CINTA. Ada juga akun dengan foto-foto background logo media massa populer lain, meski notifikasi cukup sering, tapi setiap muncul notifikasi itu seperti sedang menikmati secangkir kopi yang bukan hanya sekedar minuman, tapi bagaimana menikmati.

Demikian pula harapan masuk grup WA ini, bukan sekedar gabung tapi mencoba ingin berkontribusi, meski hanya blogger pemula, setidaknya mencoba bermanfaat sekaligus menyimak apa-apa yang dibicarakan penulis-penulis hebat di sana dan tokoh-tokoh hebat pula.

Barakallaah...


23 Ramadhan 1437 H

Sabtu, 25 Juni 2016

Gunung Agung, Cawitali, Bumijawa (Tegal)

"...Alam hampir selalu menawarkan pesonanya yang begitu memikat. Mata manusia pun tak luput dari rasa penasaran ingin mengenalnya lebih dekat." 

Mulai dari gunung, pantai, dan waduk, serta banyak tempat yang suka dikunjungi orang untuk lebih dekat dengan alam. Entah untuk memang benar-benar dekat dekat alam atau pun sekedar melapas penat. Kali ini mataku dan tepatnya karena diajak temanku; Naa, tertuju pada rencana ikut sebuah grup pendakian yang akan ngetrip ke Gunung Agung, Cawitali, Bumijawa, Tegal. Meski di brosur namanya Gunung Agung, namun tempat ini lebih mirip seperti bukit.


Tak ingin menceritakan seluruhnya dari perjalanan menapaki pendakian pertama dalam sejarah hidup ini (hah!). Dan bertekad tak ingin ikut lagi ini. Bukan karena apa atau apa. Tapi ada hal lain yang memang prinsipil.
Jalan ke arah Cawitali memang rusak; cukup ekstrim untuk seorang perempuan. Temanku, Naa pun sempat kewalahan ditambah lihat bensin yang super limited, eh Alhamdulillaah sampai di tempat singgah.


Dipercepat aja yah, (beneran gak pengin nyritain semuanya! Please ngertiin aja! *apaan coba?) Diawali dengan do'a bersama kami pun mulai menyusuri perumahan warga, gang-gang, arus sungai kecil, sawah, arus sungai lagi, nanjak, turun, nanjak, turun. Sempat beberapa kali break, Subhanallaah hal ini mungkin bila Allaah mengizinkan tak ingin kulupakan sepanjang hidup. Langit malam bertabur bintang, rumah-rumah yang lebih mirip rumah-rumahan karena dari tempat kami break, seperti seukuran jari saja. Beberapa jam terlewati, setelah jalur akhir menapaki jalanan menanjak dipenuhi semak belukar (bentuknya semacam ilalang tapi lebih keras: entah apa namanya) seukuran hampir tinggi badan orang dewasa, jalanan yang cukup becek, kami pun sampai. Sebelumnya sempat ada yang sempat salah jalur, dan beberapa turun ke bawah, eh malah waktu-waktu ini dijadiin break deh. Subhanallaah, ini spot lebih indah lagi; Langit yang begitu menakjubkan.


Gunung Agung, kami sampai. Dan menjelang subuh adalah saat-saat yang begitu sejuk. Sembari menanti fajar terbit pula. Namun, lagi-lagi aku hanya ingin menjadikan ini pendakian pertama dan terakhirku karena prinsipil itu.

"... Sejauh mata meracaui alam-Mu, apa manfaatnya jika tak semakin mendekatkan diri pada-Mu?"


Bumijawa, 2-3 April 2016

Senin, 13 Juni 2016

Aksara Sore

"... mumpung dereeng diraawuhi, maalaaikat juru pati..."

Salah satu lirik dari grup Hadroh yang cukup populer teralun di telinga sore ini. Tak lain artinya adalah "... mumpung belum didatangi, malaikat kematian..." suatu kalimat sederhana tapi pasti hampir selalu ada sisi nilainya tersendiri bagi yang merenungkannya.

Kematian adalah batas. Kematian adalah waktu; waktu yang akan memisahkan antara jasad dan ruhnya. Waktu penantian sebuah kehidupan yang sebenarnya. Kapan, di mana, dan sedang apa pun tak akan ada yang pernah tau. Herannya zaman secanggih ini. Dimana orang bisa pergi ke bulan, membuat aneka macam penemuan teknologi yang mempermudahkan kehidupan manusia; hingga menggeser pekerjaan manusia. Namun di luar kehidupan sana, sangat miris melihat yang masih percaya zodiak. 

Bahkan, sebuah majalah dinding atau disebut mading ini pun seringkali memajangnya. Hari ini kamu akan... nasibmu akan.. bla.. bla.. bla... . Dusta! Satu-satunya sikap tegas dalam menjumpainya cukup satu; tinggalkan ramalan. Tiada yang dapat mengetahui rahasia-Nya. Detik setelah ini pun tiada yang tau akan apa, dan bagaimana jasad ini. Kematian tak akan menyapa kapan bertamu, tapi dia pasti akan bertamu.


8 Ramadhan 1437 H

Jumat, 10 Juni 2016

Tiga Potong Bolu Mesis




Senja kian redup
Menggiring anak manusia pulang ke peraduannya
Menenteng es batu, ketimun suri, dan aneka gorengan; biasanya


Bulan alarm anak-anak, remaja, ibu-ibu, hingga lanjut usia
; tumpah ruah
Bersama menggerakkan langkah
tuk sholat tarawih berjamaah
Bahkan bulan penyulap pencuri jadi berpeci: bisa jadi

Menjelang matahari yang kan pulang
Para Ibu terburu
Yang tak pandai kelola nafsu, habislah uang buat beli bolu sampai baju baru

Ada pula penyaji apa yang tersaji
Makan apa saja sisa dagangan yang tak terbeli

Nafas tuanya jatuh
Air putih meluruhkan dahaga nan gemuruh
Timun suri yang sudah diraciknya sedemikian rupa pun memenuhi riuh
Tak berapa lama, nasi dan kawan-kawannya diburu

Suara Adzan tlah usai berkumandang
Syaraf anak manusia pun tak lagi tegang

Maghrib reda, berganti cengkrama
Ibu itu duduk bersama seorang anaknya

Tak berapa lama, seorang Ibu muda menghampiri
Menaruh tiga potong bolu mesis
Satu kulahap dua buat Ibu
Tapi, tangannya tersenyum 'tidak usah'
'Ibu masih cukup kenyang, kenapa harus makan lagi?'


Kota Bahari, 3 Ramadhan 1437 H

Rabu, 08 Juni 2016

Indahnya Masa Kecilku


Ada pepatah mengatakan, “Semakin tua usia kita, maka semakin kita merindukan masa kecil.”
Ya, masa kecil adalah masa paling membahagiakan dalam hidup. Pada masa itu kita bisa bebas tanpa banyak pikiran.
Apalagi yang masa kecilnya tahun 90-an. Hal-hal yang dulu ada di tahun 90-an sekarang sudah tak bisa lagi ditemukan. Contohnya jika anak kecil era tahun 90-an, mereka menyanyikan lagu anak-anak. Nah, anak kecil zaman sekarang sudah pada menyanyikann lagu “Sakitnya tuh di sini.”
Miris sekali bukan? Buku ini hadir untuk sekadar mengingat betapa indahnya masa kecil kita.

Nama-nama kontributor kumpulan cerita pendek :
Nabila Maulidiyah-Sinta Susanti-Wahyu Yoshinoyuki-Siti Rokhanah-Junita Susanti- Khumayra N.A-Ratifa Mazari-Ninien Supiyanti-Adelia Putri Septiani-Eka Pujiyanti.
Bonus kumpulan puisi. Nama-nama kontributornya sebagai berikut :
Lailatul Farida-Fatiemach-Vivi Mubarokah Somantri-Jelina Ann-Utami-Warti Wahyuni Abdi N-Sweety Smile-Nursidah Febrianty-Prasetya Tresna Jakaputra-Nok Yuli.

Judul : Indahnya Masa Kecilku
Penulis : Arsha Holic
ISBN : 978-602-389-042-2
Harga Buku : Rp. 31.000,-
Tebal buku : 88 halaman.
Pemesanan : Bisa lewat sms ke nomor 085654910277 atau pin BBM 7D0AD896 (Ariny NH)

Ketik : IMK_NAMA_ALAMAT LENGKAP_NOMOR HP_JUMLAH ORDERAN

NB: Ini adalah Antologi terbitan 2015, sebagai jejak karya saja.

Selasa, 07 Juni 2016

Tak Perlu Iri dengan Orang Gila

(gambar: duniaunyu.blogspot.com)

Suatu siang, seorang guru berkata, “Pernah lihat orang gila, kan? Kenapa mereka tidak dikenai kewajiban shalat? Ya, karena Agama itu untuk orang berakal. Jadi, tak perlu iri pada orang gila. Karena bebas dan tak dikenai perintah ataupun larangan dalam Agama.”

"Kita lihat pula, kala ada orang dilempari batu oleh orang gila. Dan ia lapor polisi. Pasti polisinya cuma ngimbau sekilas untuk bilang “Minggir, ya… jangan di tengah-tengah jalan.” lanjut tuturnya.

Begitulah, karena mereka memang sudah tak bisa berfikir normal lagi. Percuma juga, bukan? Kita marah-marah, dongkol super pada mereka. Toh, juga tak bisa mengerti. Ibaratnya seperti manusia ada tapi tiada; tak bermakna.


Kota Bahari, 9 Oktober 2015

Sakit


Sakit. Apa yang kamu rasakan kala kata satu ini menimpamu? Meronta? Merintih? Menangis? atau merintih sebentar lalu menahannya dan berpura kuat?
Atau juga terdiam memendam sendiri, agar orang sekitar tak perlu tau? Karena kamu tipe orang yang gak suka di kasihani; mungkin?

Apapun reaksi dalam menghadapinya, itu pilihan. Hidup memang mengajak memilih. Walau terkesannya banyak pilihan. Tapi, pada intinya cuma dua kok. Kuat atau lemah. Menangis atau tersenyum. Bahagia atau sedih. Mau hidup atau pasrah, dan seterusnya. Sakit memang datang tiada diundang. Kadang begitu mengejutkan. Hari kemarin kuat-kuat aja, eh besoknya nge-down abis. Itulah bagian dari cara Allaah mendidik hamba-Nya.

DIA tak melihat siapa, asal, apalagi status kasta. Bila DIA inginkan suatu hal pada hamba-Nya. Maka terjadilah seketika. Yakinlah, selalu ada manfaat di balik kepedihan. Pun dengan sakit. Bukankah sudah sering dengar, kan? Allaah akan menggugurkan dosa-dosamu melalui sakit itu. Tentu saja dari caramu menerimanya. Ridha atau kesal bahkan mencela-Nya.

Naudzubillaah. Semoga rahmat selalu tercurah dari Allaah SWT. Aamiin

Kota Bahari, 9 Oktober 2015

Tentang Sebuah Tanya

Ada bulir kecil melintas seketika
Ada lontaran merenung tanya
Ada relung begitu perih
Ada kaki ranah hati nan mengkaku
Ada tunduk kepala untuk...
Untuk mengadakan palung pewarta
Ada ribuan tanya lagi
Adakah aku pada mereka: di saat ini?

Semarang, 25 Oktober 2015

Menjadi Mahasiswa Bermanfaat (Bab Awal Sebelum dan Sesudah Editing)




Senin, 06 Juni 2016

Ekspedisi Cinta Lolita



Sebuah novel grup yang terdiri dari 10 orang. Tergabung dalam sebuah nama Fighter Girls. Ekspedisi Cinta Lolita adalah novel tentang kegigihan, kesabaran, persahabatan dan cinta.
Ada rahasia bagaimana menjadi remaja yang tak mudah putus asa.


SINOPSIS

Sambungan telepon diputus. Lolita segera masuk untuk memberi tahu sang ibu perihal pesanan kue itu. Tak berselang lama, mereka sibuk menyiapkan kue-kue pesanan Ibu Farah.
Ketika pengepakan kue tinggal beberapa lagi dan kue siap diantar langsung, tiba-tiba ponsel Lolita berdering nyaring. Lana berinisiatif mengangkat, melihat sang kakak masih berkutat dengan proses pengemasan.
“Iya, Bu? Bagaimana?”
“Tapi ini paketnya... “
“Baiklah, nggak apa-apa. Terima kasih kembali.”
Lana menutup telepon lalu tertunduk lesu.
“Telepon dari siapa, Dik?”
“Itu Bu Farah, Kak. Dia membatalkan pesanan. Dia bilang, suaminya udah pesan kue di tempat lain tanpa sepengetahuannya,” jelas Lana.
Lolita menoleh ke arah ibunya. Ibu Lili tahu betul kekecewaan yang tergambar di wajah putri sulungnya. Bu Lili mendekat dan mengelus lembut bahu Lolita.
Senja telah berganti malam. Tapi kekecewaan di wajah Lolita masih belum hilang. Apakah gadis muda yang sedang berjuang dengan usaha online-nya ini akan tetap bertahan? Bagaimana Ia bisa menghadapi semua ini di tengah hilangnya sosok sang Ayah di Keluarganya? Lalu bagaimana pula ia bisa di temukan dengan sekelumit cinta di tengah perjuangannya ini?

Judul : Ekspedisi Cinta Lolita
Penulis : Fighter Girls
Halaman : iv + 212
ISBN :  978-602-74324-3-7
Harga : Rp. 48.000,-

Pre Order Tgl 30 Mei-10 Juni Disc. 10%

Cara Pemesanan : Nama_JudulBuku_Alamat_JumlahPesanan
Kirim : 087700575888