Pages

Jumat, 10 Juni 2016

Tiga Potong Bolu Mesis




Senja kian redup
Menggiring anak manusia pulang ke peraduannya
Menenteng es batu, ketimun suri, dan aneka gorengan; biasanya


Bulan alarm anak-anak, remaja, ibu-ibu, hingga lanjut usia
; tumpah ruah
Bersama menggerakkan langkah
tuk sholat tarawih berjamaah
Bahkan bulan penyulap pencuri jadi berpeci: bisa jadi

Menjelang matahari yang kan pulang
Para Ibu terburu
Yang tak pandai kelola nafsu, habislah uang buat beli bolu sampai baju baru

Ada pula penyaji apa yang tersaji
Makan apa saja sisa dagangan yang tak terbeli

Nafas tuanya jatuh
Air putih meluruhkan dahaga nan gemuruh
Timun suri yang sudah diraciknya sedemikian rupa pun memenuhi riuh
Tak berapa lama, nasi dan kawan-kawannya diburu

Suara Adzan tlah usai berkumandang
Syaraf anak manusia pun tak lagi tegang

Maghrib reda, berganti cengkrama
Ibu itu duduk bersama seorang anaknya

Tak berapa lama, seorang Ibu muda menghampiri
Menaruh tiga potong bolu mesis
Satu kulahap dua buat Ibu
Tapi, tangannya tersenyum 'tidak usah'
'Ibu masih cukup kenyang, kenapa harus makan lagi?'


Kota Bahari, 3 Ramadhan 1437 H

Tidak ada komentar: