![]() |
Senja kian redup
Menggiring anak manusia pulang ke
peraduannya
Menenteng es batu, ketimun suri, dan aneka
gorengan; biasanya
Bulan alarm anak-anak, remaja, ibu-ibu, hingga lanjut usia
; tumpah ruah
Bersama menggerakkan langkah
tuk sholat tarawih berjamaah
; tumpah ruah
Bersama menggerakkan langkah
tuk sholat tarawih berjamaah
Bahkan bulan penyulap pencuri jadi berpeci:
bisa jadi
Menjelang matahari yang kan pulang
Para Ibu terburu
Yang tak pandai kelola nafsu, habislah uang
buat beli bolu sampai baju baru
Ada pula penyaji apa yang tersaji
Makan apa saja sisa dagangan yang tak
terbeli
Nafas tuanya jatuh
Air putih meluruhkan dahaga nan gemuruh
Timun suri yang sudah diraciknya sedemikian
rupa pun memenuhi riuh
Tak berapa lama, nasi dan kawan-kawannya diburu
Suara Adzan tlah usai berkumandang
Syaraf anak manusia pun tak lagi tegang
Maghrib reda, berganti cengkrama
Ibu itu duduk bersama seorang anaknya
Tak berapa lama, seorang Ibu muda menghampiri
Menaruh tiga potong bolu mesis
Satu kulahap dua buat Ibu
Tapi, tangannya tersenyum 'tidak usah'
Satu kulahap dua buat Ibu
Tapi, tangannya tersenyum 'tidak usah'
'Ibu masih cukup kenyang, kenapa harus makan lagi?'
Kota Bahari, 3 Ramadhan
1437 H

Tidak ada komentar:
Posting Komentar