Pages

Senin, 04 Juli 2016

[Resensi] Nasehat Agar Remaja Muslimah Selamat Dunia Akhirat



Judul Buku: Nasehat untuk remaja Muslimah
Penulis: Abu Muslim & Abu Muhammad Shatah Abu Hanifah Ibrahim Al Syanawi
Penerbit: Gazzamedia
Tahun Terbit: 2012
Tebal Buku: 262 hal

Blurb:

Mutiara, bagaimana dia menjaga dirinya? Syeikh Musthafa shadik al-rafi'i rahimahullah berkata, "Hijab bagi kaum perempuan tak ubahanya kulit kerang bagi butiran mutiara, tidak akan menghilangkan keindahannya, namun justru akan menjaganya sebagaimana mutiara dijaga."

Wahai saudaraki muslimahku yang telah menyerahkan seluruh jiwa dan raga pada tauhid dan ketaatan pada-Nya, ingin saya mengajukan pertanyaan padamu:

"Tidakkah Allah azza wa jalla yang memerintahkanmu untuk mengenakan hijab?"

Saudariku, silahkan bermuhasabah diri..
Tidakkah kamu terkadang ketika berjalan di luar, mengenakan baju dan yang ketat atau transparan atau pendek, yang akan melukiskan bentuk dan lekukan-lekukan tubuhmu, sedang kamu tetap berkeyakinan "Aku berhijab"?!

Tidakkah kamu terkadang membiarkan rambutmu terburai dan menempelkan make-up pada wajah atau apapun yang dapat menimbulkan fitnah?

Review:

Dan di antara syariat Allah bagi kaum perempuan adalah diwajibkan atas mereka untuk mengenakan hijab, hijab sesuai syariat; menutup kepala dan tubuh, serta menundukkan pandangan, hingga tidak menimbulkan fitnah dan akan menghantarkan mereka kepada kemenangan dunia dan akhirat. (hal.12)

Penulis dalam buku ini memaparkan nasihat-nasihatnya untuk remaja muslimah. Agar mereka tak salah langkah dalam menjalani kehidupan dunia ini. Disertai dalil-dalil yang menguatkan agar muslimah menyadari betapa pentingnya nasihat itu bagi kehidupannya.

Terangkum dalam tiga sub bab. Yaitu Surat untuk Remaja Muslimah, yang terdiri dari beberapa hal antara bagaimana Muslimah menjaga dirinya, mengelola sifat malu, perempuan ahli surga, dan lainnya. Lalu sub bab kedua yaitu Bahaya Berhias, Tentang bagaimana seorang Muslimah memakai hijab yang sesuai syariat, dan banyak hal tentang mengapa harus menjauhi tabarruj atau berhias. Ketiga dalah 10 Kunci Kesuksesan. Ini adalah sub bab yang cukup saya sukai, karena di dalamnya banyak motivasi dan tips menggapai kesuksesan itu sendiri. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.
Imajinasi
"Jalan Menuju Kesuksesan"
Keberhasilan yang anda rasakan sekarang adalah merupakan khayalan atau imajinasi kemarin. (hal.155)
Aksi
"Jalan Menuju Kekuatan"
Kesabaran
"Kunci Kebaikan"
Hanya kesabaranlah yang akan membantu anda menghadapi setiap permasalahan yang ada. (hal.242)

Kekurangan:

Ada beberapa kalimat motivasi yang diulang-ulang. Kecil kemungkinan terjadi karena typo. Pada halaman 116, 220, dan 243 pun sama. Entah mungkin maksudnya penekanan motivasi. Namun, menurut saya setiap sub pokok bahasan, diakhiri dengan kalimat motivasi yang berbeda. Agar tidak bingung juga. Melihat realita, entah mungkin yang di lingkungan lain, mungkin tidak. Saya menemui kebanyakan remaja lebih menyukai bacaan yang di dalamnya bahasanya lebih luwes. Maka dari itu banyak di antara mereka lebih menyukai novel, dsb. Nah, mungkin kalau bahasa di dalam buku ini lebih luwes untuk segmen remaja, siapa tau lebih menarik mereka. Yang tidak terkesan menggurui, namun di dalamnya tetap informatif.

Kelebihan:

Sungguh di luar kekurangan, buku ini banyak kelebihannya. Dari isi yang berisi untaian nasihat disertai dalil yang menguatkan dan semakin meyakinkan agar remaja kembali ke syariat Islam. Juga ada semacam surat atau prosa di bagian Surat untuk Remaja Muslimah, yang dicetak miring juga cukup memikat dan menambah nilai plus tersendiri. Serta di akhir pembahasan yang berisi kunci-kunci kesuksesan yang diharapkan remaja Muslimah lebih semangat dalam menggapai makna kehidupan yang sebenarnya. Sangat direkomendasikan buat kamu, khususnya para remaja Muslimah. Sebelum usia menemui senja, alangkah lebih baik mencari ilmu guna bekal hari tua dan di akhirat nanti.

Kota Bahari, 4 Juli 2016

Tidak ada komentar: