Opening
bukan hanya prolog, tapi juga termasuk bab pertama, terkhusus paragraf pertama
dan kedua dalam sebuah cerita. Wajib membuat opening yang
menggugah, unik, atau menarik perhatian.
Opening sangat penting, karena
disinilah kesempatan pertama kita membuat pembaca jatuh cinta dan ingin terus
membaca naskah kita Maka kita wajib sebaik mungkin
memaksimalkan opening.
Lantas bagaimana membuat opening
yang menarik?
Pertama, bisa kita pakai
sebuah perenungan dalam filosofi. Seperti contoh yang dibuat Tika berikut ini.
"Medan Magnet akan muncul
dengan adanya putaran rotor dan stator. Sama halnya dalam kehidupan. Kekuatan
akan muncul sembari berputarnya roda kehidupan yang membuat kita berada di
suatu sisi yang tak menetap" bukan hanya sekedar teori, namun berlaku di
aspek ruang pernafasan yang kejam. inilah dunia, dengan segala aturan yang adil
maupun dzalim. Masih dalam biduk kelam yang menghujam batin, kaki kecil itu
menggulung jarak takdir. menangis di bawah riuh kota yang sibuk mengejar lembar
pengatur dunia.
Kedua, memakai pertanyaan.
Apakah pertanyaan untuk si tokoh, seperti " kenapa aku? Seakan dunia ini
tak berpengaruh atas takdirku. Bahkan Tuhan, seperti melalaikan air mata ini?
Kenapa, apa yang salah dengan jiwa ini?". Bisa juga kepada pembaca. Ini
biasanya dipakai untuk non fiksi.
Contoh. "Bagaimana jika seluruh mahkluk
di bumi ini bulat? Bisakah anda membayangkan apa yang akan terjadi?". Atau
bisa juga pertanyaan tokoh utama kepada tokoh lain.
Contoh, "Bisakah kamu
melepaskan setengah jiwaku? Jika tidak, bisakah kamu melepaskan seluruh jiwa
ini?"
"Dengar, Tari!." Pekik
seorang wanita empat puluhan tahun. Kernyit di dahi dan alis meninggi
melukiskan jelas kemarahannya. "Tapi... " Lalu suara Tari membisu.
Ada yang bilang hidup ini seperti roda yang berputar. Kadang di atas kadang di
bawah. Ada pula yang bilang, hidup itu sering-seringlah menengok ke tanah, agar
kau tau tak di atas langit masih ada bumi tempat berpijak. Namun, tak berlaku
bagi Tari. Baginya, sulit sekali menggilas roda agar naik sesuai yang
diinginkannya. Pun, dengan menatap langit. Bagaimana dia bisa tertunduk ke
tanah terus? Itu hanya mengalirkan air matanya.
Ketiga, memakai dialog. Tapi ingat, pakai dialog yang cerdas, memukau,
atau menarik.
Keempat, bisa memakai
petikan dalam cerita yang kita garap. Tapi carilah petikan yang paling oke,
atau membuat kontroversi.
Kelima, bisa memakai lirik
dalam sebuah lagu. Atau kata berhikmah juga bisa.
Keenam, bisa memakai
narasi, namun harus memakai kata yang menarik atau bisa juga digabung dengan
perenungan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar