Pages

Sabtu, 02 Juli 2016

Gimana Sih, Opening yang Menarik?



Opening bukan hanya prolog, tapi juga termasuk bab pertama, terkhusus paragraf pertama dan kedua dalam sebuah cerita. Wajib membuat opening yang menggugah, unik, atau menarik perhatian.
Opening sangat penting, karena disinilah kesempatan pertama kita membuat pembaca jatuh cinta dan ingin terus membaca naskah kita Maka kita wajib sebaik mungkin memaksimalkan opening.

Lantas bagaimana membuat opening yang menarik?

Pertama, bisa kita pakai sebuah perenungan dalam filosofi. Seperti contoh yang dibuat Tika berikut ini.
"Medan Magnet akan muncul dengan adanya putaran rotor dan stator. Sama halnya dalam kehidupan. Kekuatan akan muncul sembari berputarnya roda kehidupan yang membuat kita berada di suatu sisi yang tak menetap" bukan hanya sekedar teori, namun berlaku di aspek ruang pernafasan yang kejam. inilah dunia, dengan segala aturan yang adil maupun dzalim. Masih dalam biduk kelam yang menghujam batin, kaki kecil itu menggulung jarak takdir. menangis di bawah riuh kota yang sibuk mengejar lembar pengatur dunia.

Kedua, memakai pertanyaan. Apakah pertanyaan untuk si tokoh, seperti " kenapa aku? Seakan dunia ini tak berpengaruh atas takdirku. Bahkan Tuhan, seperti melalaikan air mata ini? Kenapa, apa yang salah dengan jiwa ini?". Bisa juga kepada pembaca. Ini biasanya dipakai untuk non fiksi. 

Contoh. "Bagaimana jika seluruh mahkluk di bumi ini bulat? Bisakah anda membayangkan apa yang akan terjadi?". Atau bisa juga pertanyaan tokoh utama kepada tokoh lain. 

Contoh, "Bisakah kamu melepaskan setengah jiwaku? Jika tidak, bisakah kamu melepaskan seluruh jiwa ini?"

"Dengar, Tari!." Pekik seorang wanita empat puluhan tahun. Kernyit di dahi dan alis meninggi melukiskan jelas kemarahannya. "Tapi... " Lalu suara Tari membisu. Ada yang bilang hidup ini seperti roda yang berputar. Kadang di atas kadang di bawah. Ada pula yang bilang, hidup itu sering-seringlah menengok ke tanah, agar kau tau tak di atas langit masih ada bumi tempat berpijak. Namun, tak berlaku bagi Tari. Baginya, sulit sekali menggilas roda agar naik sesuai yang diinginkannya. Pun, dengan menatap langit. Bagaimana dia bisa tertunduk ke tanah terus? Itu hanya mengalirkan air matanya.

Ketiga, memakai dialog. Tapi ingat, pakai dialog yang cerdas, memukau, atau menarik.

Keempat, bisa memakai petikan dalam cerita yang kita garap. Tapi carilah petikan yang paling oke, atau membuat kontroversi.

Kelima, bisa memakai lirik dalam sebuah lagu. Atau kata berhikmah juga bisa.


Keenam, bisa memakai narasi, namun harus memakai kata yang menarik atau bisa juga digabung dengan perenungan.

Sumber: Hasil diskusi KIM 01 B. Untuk komunikasi, bisa via fanspage fb Komunitas Indonesia Menulis ( https://www.facebook.com/komunitas.indonesia.menulis/?fref=ts )


Tidak ada komentar: