Pages

Sabtu, 21 Mei 2016

[Resume] Seminar Inspiratif "Membangun Moral, Membidik Mimpi, untuk Meraih Prestasi"




Kali ini, Saya ingin menuliskan inti yang disampaikan pada seminar kemarin. Sekaligus sebagai jejak tulisan, tatkala saya lupa dan perlu membacanya kembali, agar teringat motivasi dari mereka.

Langsung saja, materi pertama disampaikan oleh Ustadz Ghuzni Darojatun, M.Pd. Ulama yang aktif di berbagai lembaga keislaman. Guru berprestasi tingkat MTS se-Jawa Tengah.

Materinya berjudul "Perbaiki Diri, Ajak Orang Lain dalam Kebaikan". Hancur dan bangkitnya sebuah peradaban berawal dari pada pemudanya. Namun, yang terjadi sekarang justru banyak kebiasaan buruk yang seolah sudah menjadi penyakit akut. Kebiasaan buruk itu antara lain tradisi Hedonisme, Permissivisme, dan konsumerisme. Yang terangkum dalam 3 F (Food, Fun, Fashion). Para pemuda sekarang kebanyakan tenggelam dalam ketiganya. Seakan lupa tujuan dan jati diri hidupnya.

Adapun solusinya yaitu dengan memahami dan menerapkan 3 P.
1. Purpose (memahami tujuan dari cita-citanya)
2. Passion (semangat terhadap pilihan yang diambilnya)
3. Performance (sehingga akan menghasilkan penampilan dari realisasi tujuan dan fokus yang jelas).

Ditutup dengan quote menarik yaitu "karena perbuatan kita itu seperti Gema." Jadi, bila kita berbuat baik, pasti akan datang kebaikan-kebaikan pada diri kita. Pun sebaliknya. Seperti sebuah gema.

Selanjutnya materi disampaikan oleh Birrul Qodriyyah, S. Kep. Seorang Alumni Mahasiswi Keperawatan UGM yang sangat berprestasi.

"Al Islamu mahjubun bil muslimin."
-Syeikh Muhammad Abduh-
Maksud dari perkataan di atas yakni. Intinya bahwa keindahan Islam itu, sekarang tertutupi oleh orang Islamnya itu sendiri. Contohnya Islam sangat mencintai kebersihan. Tapi, banyak kaum muslimin yang buang sampah sembarangan, bahkan sampai menyebabkan banjir.

"Akhlak merupakan cerminan iman."
Adapun kiat menjadi Muslim yang berakhlak baik, yaitu.
1. Membiasakan melakukan hal baik
2. Melihat perbuatan yang baik
3. Berteman dengan orang yang baik

"Science without religion is blind, but religion without science is lame."
-Albert Einstein-

Dari Imam Syafi'i pun hampir senada. Yakni yang intinya seorang pemuda yang baik harus memiliki modal ilmu dan taqwa.

Pada dasarnya, memang semua manusia sama. Namun, yang membedakannya adalah.
1. Curiousity (rasa ingin tahu)
2. Iqra' (membaca)
3. Himmah (cita-cita)

Tetap semangat menggapai mimpi-mimpimu. Yakinlah Allaah Maha Mengetahui semuanya.


UPS Tegal, 19 Mei 2016

                                      

NB. Info lebih lanjut pemateri, bisa menghubungi beberapa contact person yang sempat saya catat.
Ustadz Ghuzni Darojatun, M. Pd di No. Hp 0812 2959 2492
Birrul Qodriyyah, S. Kep di E-mail birrulqodriyyah@yahoo.co.id dan akun Twitternya @BirrulQodriyyah atau ke blog birrulsholikhah.blogspot.com





Tidak ada komentar: