Sakit. Apa yang kamu rasakan kala kata satu ini menimpamu?
Meronta? Merintih? Menangis? atau merintih sebentar lalu menahannya dan berpura
kuat?
Atau juga terdiam memendam sendiri, agar orang sekitar tak
perlu tau? Karena kamu tipe orang yang gak suka di kasihani; mungkin?
Apapun reaksi dalam menghadapinya, itu pilihan. Hidup memang
mengajak memilih. Walau terkesannya banyak pilihan. Tapi, pada intinya cuma dua
kok. Kuat atau lemah. Menangis atau tersenyum. Bahagia atau sedih. Mau hidup
atau pasrah, dan seterusnya. Sakit memang datang tiada diundang. Kadang begitu
mengejutkan. Hari kemarin kuat-kuat aja, eh besoknya nge-down abis. Itulah
bagian dari cara Allaah mendidik hamba-Nya.
DIA tak melihat siapa, asal, apalagi status kasta. Bila DIA
inginkan suatu hal pada hamba-Nya. Maka terjadilah seketika. Yakinlah, selalu
ada manfaat di balik kepedihan. Pun dengan sakit. Bukankah sudah sering dengar,
kan? Allaah akan menggugurkan dosa-dosamu melalui sakit itu. Tentu saja dari
caramu menerimanya. Ridha atau kesal bahkan mencela-Nya.
Naudzubillaah. Semoga rahmat selalu tercurah dari Allaah SWT. Aamiin
Kota Bahari, 9 Oktober 2015

Tidak ada komentar:
Posting Komentar