Oleh: Siti Rokhanah
Tegal - Rektor Sekolah Tinggi
Agama Islam STAI-PTDII Jakarta Utara, Dr. Ratono MA menyempatkan diri
memberikan nasehatnya kepada sekelompok Mahasiswa dan Mahasiswi. Beliau
memberikan nasehat singkat namun berkesan. Didengarkan seksama oleh Mahasiswa
dan Mahasiswi yang tergabung dalam jamaah yang menamakan dengan Khayatun Nufus.
Mereka adalah salah satu kelas prodi Pendidikan Agama Islam, fakultas Tarbiyah
dari Sekolah Tinggi Agama Islam Bhakti Negara (STAIBN) Tegal.
Dr. Ratono MA ini
menyampaikan tentang bagaimana menjadi generasi penerus di tengah krisis yang
berkembang di Indonesia ini. Dimulai dari pengalamannya menjadi praktisi dakwah
yang unik. Karena beliau sendiri tidak berlatar belakang pesantren. Histori
singkatnya, beliau bukan seseorang yang sengaja dicetak jadi aktivis dakwah.
Namun, kekuatan tekad dan rasa cintanya membuatnya mengarungi dunia yang mulia
itu. Di antara beberapa temannya yang sudah dikader jadi pendakwah, bahkan
hilang arah. Justru, melalui dirinya, Allah karuniakan amanah itu. Sebab
inilah, menurutnya meyebut bahwa dakwah adalah anugerah.
Adapun beberapa hal yang patut
disimpulkan dari nasehatnya selanjutnya yaitu:
Kalian sebagai
mahasiswa terlebih yang berkecimpung di jalan pendidikan Islam, harus
menguatkan tekad untuk berdakwah. Menyebarkan manfaat untuk sesama manusia karena
Allah.
Senantiasa mengingat
kembali bahwa Allah akan memuliakan derajat orang yang berilmu dengan beberapa
derajat. Seorang Muslim hendaknya memegang kuat mementingkan betapa keutamaan
mencari ilmu.
Allah sendiri yang
sudah menerangkan dalam kalam-Nya Al- Mujadilah ayat 11.
"... Allah akan
mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang
diberi ilmu beberapa derajat... "
Kiat untuk pribadi
juga ditekankan untuk membentuk diri yang sholeh. Yaitu dengan menjaga sholat
malam dan senantiasa menjaga tali ukhuwah atau persaudaraan sesama Muslim.
Namun, beliau pun
menarik beberapa realita yang terjadi di negeri ini. Sehubungan dengan betapa
peran Muslim terutama pemuda Islam dalam berjuang. Yakni dipaparkannya realita
yang tak dapat dinafikan lagi. Negeri ini sudah sangat dicengkeram kapitalisme,
komunisme, dan isme-isme lain yang bertentangan dengan Islam. Tak dapat
dipungkiri juga sangat merugikan bangsa ini. Sebab itu, kita sebagai Muslim
harus menegaskan diri dimana posisi kita. Karena dengan merebaknya paham-paham
liberal, komunis, dan kapitalis itu, setidaknya nampaklah beberapa karakter
yang sangat berbahaya. Yaitu karakter manusia munafik. Banyak srigala berbulu
domba. Masuk berkulit pendakwah namun dibelakangnya memperjuangkan liberalisme,
mendukung kaum kapitalis. Kita sekarang tak hanya harus menjadi generasi yang
baik.
Generasi kita ini juga
harus kritis menanggapi hal-hal itu. Serta mengambil peran yang benar sesuai
perintah Allah. Tak lain, salah satunya adalah memahami pentingnya pendidikan
sebagai aspek yang sangat krusial untuk kemajuan diri manusia dan peradaban
Islam. Sebab dakwah dan pendidikan adalah dua sinergi yang sangat berkaitan.
Harus tersinergi dengan baik karena memperjuangkan yang benar: sesuai apa yang
Allah perintahkan dan bermanfaat luas bagi umat manusia.
Kedokansayang, Juli 2017

Tidak ada komentar:
Posting Komentar