Pages

Jumat, 04 Agustus 2017

Menjadi Muslim yang Peduli Dakwah dan Pendidikan


Oleh: Siti Rokhanah



Tegal - Rektor Sekolah Tinggi Agama Islam STAI-PTDII Jakarta Utara, Dr. Ratono MA menyempatkan diri memberikan nasehatnya kepada sekelompok Mahasiswa dan Mahasiswi. Beliau memberikan nasehat singkat namun berkesan. Didengarkan seksama oleh Mahasiswa dan Mahasiswi yang tergabung dalam jamaah yang menamakan dengan Khayatun Nufus. Mereka adalah salah satu kelas prodi Pendidikan Agama Islam, fakultas Tarbiyah dari Sekolah Tinggi Agama Islam Bhakti Negara (STAIBN) Tegal.
Dr. Ratono MA ini menyampaikan tentang bagaimana menjadi generasi penerus di tengah krisis yang berkembang di Indonesia ini. Dimulai dari pengalamannya menjadi praktisi dakwah yang unik. Karena beliau sendiri tidak berlatar belakang pesantren. Histori singkatnya, beliau bukan seseorang yang sengaja dicetak jadi aktivis dakwah. Namun, kekuatan tekad dan rasa cintanya membuatnya mengarungi dunia yang mulia itu. Di antara beberapa temannya yang sudah dikader jadi pendakwah, bahkan hilang arah. Justru, melalui dirinya, Allah karuniakan amanah itu. Sebab inilah, menurutnya meyebut bahwa dakwah adalah anugerah.
Adapun beberapa hal yang patut disimpulkan dari nasehatnya selanjutnya yaitu:
Kalian sebagai mahasiswa terlebih yang berkecimpung di jalan pendidikan Islam, harus menguatkan tekad untuk berdakwah. Menyebarkan manfaat untuk sesama manusia karena Allah.
Senantiasa mengingat kembali bahwa Allah akan memuliakan derajat orang yang berilmu dengan beberapa derajat. Seorang Muslim hendaknya memegang kuat mementingkan betapa keutamaan mencari ilmu.
Allah sendiri yang sudah menerangkan dalam kalam-Nya Al- Mujadilah ayat 11.
"... Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat... "
Kiat untuk pribadi juga ditekankan untuk membentuk diri yang sholeh. Yaitu dengan menjaga sholat malam dan senantiasa menjaga tali ukhuwah atau persaudaraan sesama Muslim.
Namun, beliau pun menarik beberapa realita yang terjadi di negeri ini. Sehubungan dengan betapa peran Muslim terutama pemuda Islam dalam berjuang. Yakni dipaparkannya realita yang tak dapat dinafikan lagi. Negeri ini sudah sangat dicengkeram kapitalisme, komunisme, dan isme-isme lain yang bertentangan dengan Islam. Tak dapat dipungkiri juga sangat merugikan bangsa ini. Sebab itu, kita sebagai Muslim harus menegaskan diri dimana posisi kita. Karena dengan merebaknya paham-paham liberal, komunis, dan kapitalis itu, setidaknya nampaklah beberapa karakter yang sangat berbahaya. Yaitu karakter manusia munafik. Banyak srigala berbulu domba. Masuk berkulit pendakwah namun dibelakangnya memperjuangkan liberalisme, mendukung kaum kapitalis. Kita sekarang tak hanya harus menjadi generasi yang baik.

Generasi kita ini juga harus kritis menanggapi hal-hal itu. Serta mengambil peran yang benar sesuai perintah Allah. Tak lain, salah satunya adalah memahami pentingnya pendidikan sebagai aspek yang sangat krusial untuk kemajuan diri manusia dan peradaban Islam. Sebab dakwah dan pendidikan adalah dua sinergi yang sangat berkaitan. Harus tersinergi dengan baik karena memperjuangkan yang benar: sesuai apa yang Allah perintahkan dan bermanfaat luas bagi umat manusia.

Kedokansayang, Juli 2017

Tidak ada komentar: