(Dimuat
di Joglo Semar, 12 November 2017)
Oleh:
Siti Rokhanah
Jam
istirahat sekolah Dila sudah tiba. Dila pun bersegera pulang ke rumah, karena
lupa tidak membawa uang saku. Dila yang sekolah di salah satu SD Negeri di Kota
Tegal pun segera berlari pulang.
"Assalamualaykum, Bu. Dila mau
ambil uang saku. Tadi pagi lupa belum diambil."
"Waalaykumsalaam, Kalau sudah,
kesini, Nak. Temani Adikmu dulu, ya. Beli jajan di warung Bu Inah."
"Tapi, Bu? Dila kan mau ke
sekolah lagi."
"Sebentar saja. Kasihan Adikmu,
Ikko. Daritadi nangis pengin beli jajan. Ibu lagi masak, takut gosong kalau
ditinggal."
"Iya, deh. Buruan, Dik."
"Hati-hati, Nak. Nanti antarin
lagi Ikko pulang. Jangan ditinggal."
"Iya, Bu. Dila pergi dulu. Yuk,
Dik!"
***
"Ikko mau beli jajan apa?
Ini?" Nana bertanya ke Adiknya, sambil menunjukkan snack yang
dimaksud.
"Apa mau kue coklat aja?"
Ikko menggeleng lagi.
"Terus mau apa? Yang mana?
Cepetan!" Dila mulai kesal.
Ibu Inah, pemilik warung pun dari
awal sudah menawarkan aneka snack, bolu, sampai minuman. Tapi ditolak
Ikko.
"Ikko mau sama seperti yang di
iklan tadi. Bukan yang itu." Ikko mulai merengek karena dibentak Kakaknya.
"Kakak tidak tahu tadi Ikko
lihat iklan apa. Yang ada di sini saja, cepetan!"
"Atau... Kakak tinggal
nih?"
Ikko malah menangis kencang.
"Yasudah, Kakak tinggal!"
Dila pun berlari kembali ke sekolahnya, karena takut bel masuk sudah tiba.
"Ayo, Ikko masuk saja dulu di
rumah Bu Inah. Duduk atau berbaring di kursi sana dulu ya, Nak. Jangan nangis.
Cup... Cup..."
Ikko hanya menganggug dan duduk di
kursi ruang tamu Bu Inah. Tak sadar, dia pun mengantuk, lalu tertidur.
***
"Assalamualaykum, Bu. Dila
pulang."
"Waalaykumsalaam, Dila. Dila
meninggalkan Ikko di mana? Kenapa tidak diajak pulang dulu?"
"Hm... Dila takut sudah bel
masuk sekolah, Bu. Jadi Dila tinggalin Ikko di warung Bu Inah. Maafin Dila,
Bu."
"Dila... lain kali tidak boleh
begitu lagi ya, Nak. Ibu sangat cemas mencari Ikko tadi, Nak."
"Tapi Ikko sudah pulang kan,
Bu?"
"Alhamdulillah, sudah. Bu Inah
yang mengantarkannya ke sini. Katanya sempat tertidur di rumahnya. Terus
terbangun, dan minta pulang. Kasihan Bu Inah, jadi merepotkannya."
"Nak, Ikko kan masih kecil.
Belum paham jalan. Kamu sebagai Kakaknya harus menjaga dia dengan baik."
Ibu Dila menasehati dengan lembut.
"Maaf, Bu. Habisnya, Dila
kesal. Ikko rewel banget di warung. Ditawarin ini, itu, tidak mau."Dila
menjawab dengan ekspresi sebalnya.
"Dila, Ibu kan sudah bilang.
Adikmu masih kecil. Dia juga belum paham benar, mana yang baik dan tidak.
Makanya, kamu sebagai Kakaknya harus mencontohkan yang baik. Harus bertanggung
jawab menjaganya. Bukan meninggalkannya."
"Iya, Bu. Maafkan Dila. Dila
istirahat dulu, ya."
Sejak kejadian itu, Dila lebih
memahami Adiknya. Membuatnya tertawa, saat Adiknya mulai sebal. Menemaninya
bermain, membeli jajan, dan melindungi Ikko. Tidak ingin meninggalkan Adiknya
lagi sendirian. Dila ingin menjadi Kakak yang bertanggung jawab.
-SELESAI-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar